
Dunia pendidikan kita saat ini masih mengalami krisis yang cukup serius. Salah satu penyebab krisis ini disebabkan oleh lemahnya tenaga ahli, dan visi serta politik pendidikan yang tidak jelas. Dalam berbagai forum seminar muncul kritik; konsep pendidikan telah terreduksi menjadi pengajaran, dan pengajaran lalu menyempit menjadi kegiatan di kelas. Sementara yang berlangsung
di kelas tak lebih dari kegiatan guru mengajar murid dengan target kurikulum dan bagaimana mengejar
Nilai Ujian Murni. Sisi lain dari kritik di atas
sedikitnya menggambarkan bahwa proses pendidikan pada jenjang pra-universitas
kurang sekali memberikan tekanan pada pembentukan watak atau karakter, tetapi lebih pada hafalan dan pemahaman koqnitif. Akibatnya ketika mereka masuk dalam perguruan tinggi, mental akademik dan kemandirian belum terbentuk. Akibat lebih lanjut, dunia kampus seakan merupakan dunia yang terpisah dari masayarakat , sebuah dunia yang tidak menjanjikan dan tidak inspiring untuk masa depan mereka serta masa depan
bangsa. Jika yang demikian memang benar adanya, maka bagaimana kita bisa membangun
optimisme tentang
masa depan bangsa yang syarat dengan kompetisi ?